RSS

Latar Belakang Metrologi

14 Jun

Pengaturan dan aplikasi pengukuran, penakaran dan penimbangan dapat disebut juga masalah metrologi  dalam kehidupan sehari-hari adalah di atur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, di mana pada abad perdagangan modern sekarang ini akan semakin penting terutama bagi para pengusaha, pedagang, dan konsumen. Saat ini, baik pedagang, produsen, maupun konsumen dituntut untuk lebih atau ekstra hati-hati dalam ketepatan ukuran serta pemberian informasi tentang barang dan jasa yang diukur, ditakar, dan ditimbang.

14 Abad yang lalu  Agama Islam mengajarkan bahwa, setiap manusia tidak boleh melampui batas tentang ukuran, takaran, timbangan, dan wajib menegakkan secara adil terhadap ukuran, takaran dan timbangan. Disamping untuk tidak  boleh melampaui batas dan wajib menegakkan keadilan tentang ukuran, takaran, timbangan, agama telah memberikan sanksi juga kelak kita di akhirat nanti, yaitu tergolong orang-orang yang celaka, apabila dia menimbang untuk dirinya sendiri diberatkan, dan menimbang untuk orang lain dikurangi, orang-orang yang tergolong celaka itu akan dimasukkan kedalam neraka.

Upaya melindungi kepentingan umum dengan adanya jaminan kebenaran pengukuran serta adanya ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran, dan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya merupakan sebuah amanah yang diemban dan dilaksanakan oleh Pemerintah beserta aparaturnya, di bawah koordinasi Menteri yang membidangi metrologi legal yaitu Menteri Perdagangan.

Dalam kaitan ini, tentu ada tanggung jawab yang harus dilakukan oleh Pemerintah, yakni melaksanakan amanah tersebut dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada  masyarakat. Pengukuran memang telah menjadi kebutuhan fundamental bagi pemerintah, pedagang, produsen, pengusaha dan konsumen serta masyarakat luas. Pengukuran berkontribusi pada mutu kehidupan setiap masyarakat melalui perlindungan konsumen, pelestarian lingkungan, pemanfaatan sumberdaya alam secara rasional, dan peningkatan daya saing industri jasa dan manufaktur.

Sejalan dengan hal tersebut, perlu kegiatan pengawasan baik represip maupun preventip melalui tera dan tera ulang UTTP serta penyuluhan dan pemasyarakatan kemetrologian harus terus digulirkan. Esensi kemetrologian sebenarnya bukan semata-mata untuk menciptakan tertib ukur dilingkungan masyarakat, melainkan juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran bangsa.

Author : Djaenul Arifin

 
Leave a comment

Posted by on June 14, 2011 in Metrologi

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: